Setelah saya ditugaskan menjadi pengawas UNAS SMA dan    mengetahui fenomena UNAS di Indonesia, saya tertarik untuk menulis sebuah artikel tentang pendidikan.

Sering masyarakat menganggap bahwa dunia pendidikan adalah dunia sekolah. Menurut pendapat saya, dunia pendidikan bukanlah hanya dunia sekolah akan tetapi dunia pendidikan itu sudah ada semenjak seseorang lahir ke dunia. Pendidikan berawal dari sebuah keluarga. Seiring dengan bertambahnya usia, seseorang akan menerima pendidikan dari lingkungan sekitarnya. Setelah itu seseorang akan masuk dalam dunia pendidikan sekolah sekitar usia 4-5 tahun. Setelah masuk dunia sekolah, tidak jarang para orang tua menyerahkan secara penuh pendidikan putra putrinya kepada sekolah.

Sedangkan dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut pendidikan mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter seseorang. Terutama pembentukan akhlak para generasi muda bangsa.

Masyarakat sering menunjuk sekolah sebagai tempat pembentukan karakter seseorang. Pendapat itu tidaklah sepenuhnya keliru, akan tetapi kalo boleh dibilang pembentukan karakter seseorang 50% dibentuk oleh keluarga, 20% oleh lingkungan dan 30 % oleh sekolah. Maka dari itu sekolah mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter seseorang. Apabila karakter masyarakat itu baik, maka baiklah sebuah negara dan sebaliknya ketika karakter masyarakat itu buruk maka buruklah sebuah negara.

Karakter anak didik di sekolah dapat dilihat dari perilaku mereka sehari – hari. Karakter yang sering bisa dilihat adalah sikap kejujuran anak – anak didik. Sikap ini dapat dilihat ketika anak – anak menghadapi ulangan harian, ujian semester bahkan UNAS. Sikap kejujuran harus ditanamkan oleh semua guru sebagai pendidik anak – anak bangsa. Sungguh makmur dan damainya negara ini ketika anak – anak bangsa selalu berprinsip jujur dalam segala hal. Korupsi tidak akan terjadi dan para markus pun tidak akan pernah muncul di negara ini.

Itu harapan semua orang, akan tetapi harapan itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Markus terbongkar di mana – mana bahkan markus- markus tersebut merupakan para petinggi – petinggi negara. Sungguh mengecewakan. Berdasarkan kejadian – kejadian tersebut, dunia pendidikanlah yang menjadi sorotan. Bagaimana dunia pendidikan mencetak para generasi bangsa? ternyata orang -orang berpendidikan bisa melakukan seperti itu? siapa yang salah?

Pertanyaan – pertanyaan itu yang sering ada di benakku sebagai seorang pendidik. Sungguh tugas cukup menantang. Tugas untuk membantu anak – anak didik mempunyai sifat kejujuran dalam segala hal. Akan tetapi keinginanku ternyata kurang didukung oleh keadaan. Ini saya rasakan ketika tiba jadwal menjadi pengawas UNAS. Ada siswa yang mencontek lewat HP dan ada yang hanya nunggu jawaban temennya. Kejadian ini juga dapat kita ketahui dari informasi – informasi di televisi. Sungguh dalam benak mengatakan “apakah ini dunia pendidikan yang sebenarnya?”. Terkadang masih banyak kita dapati para guru yang membiarkan para siswanya tidak jujur dalam mengerjakan ulangan atau pun UNAS. Dalam benak saya pun mengatakan, bagaimana negara ini bisa damai tanpa korupsi? kalo dunia pendidikan tidak segera diperbaiki?

Sebagai pendidik saya mengajak kepada para pembaca, mari kita ciptakan UNAS yang jujur agar pendidikan mampu mengeluarkan orang – orang yang jujur sebagai pemimpin -pemimpin negara.

About Siti Nur Baiti

aku bukanlah manusia yang sempurna atas segalanya, akan tetapi aku adalah seorang insan yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s