WARGA KEWALAHAN ATAS ECENG GONDOK

Warga Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali, kewalahan mengatasi meluasnya populasi tanaman eceng gondok di Waduk Cengklik. Mereka yang langsung terkena imbas dari pertumbuhan tak terkendali tanaman air ini di antaranya adalah para petani keramba, pemilik persewaan gethek dan perahu serta pengelola kawasan memancing.

Dituturkan seorang warga setempat, Sarimin, beberapa waktu lalu pertumbuhan eceng gondok masih bisa dikendalikan secara alami yakni dengan keong emas sebagai musuh alami tanaman ini. Namun belakangan populasi keong emas berkurang drastis. “Kami pernah meminta bantuan dari petugas Balai PSDA agar dicarikan obat pembasmi eceng gondok tapi tidak mengganggu perkembanagn ikan – ikan di keramba petani, “kata dia kepada Espos, Kamis, 13 Januari 2011.

Salah seorang pengelola kawasan memancing, Wahyu Istiarto, mengatakan tanaman eceng gondok mengganggu lalu lintas perahu dan gethek. Akibatnya, para pemancing tidak bisa pergi ke tengah danau untuk mendapat tangkapan yang lebih banyak. “Dengan kondisi ini, jumlah pemancing di tempat saya pun turun, karena lokasi untuk memancing jadi sangat terbatas, “tandas Wahyu.

Tak hanya itu, seorang petani keramba, Yanto, membersihkan jaring yang ia rendam di dekat kerambanya dari akar dan daun eceng gondok hampir setiap hari. “Satu jaring saya malah sudah rusak total karena terjerat akar dan batang eceng gondok,” ujarnya.

Sumber: Solopos; Jum’at Pahing, 14 Januari 2011

Dari sumber di atas perlu adanya penelitian untuk menemukan obat / alat pembasmi eceng gondok tanpa mengganggu perkembangan ikan – ikan di keramba. Akan tetapi penelitian ini juga harus memperhatikan manfaat tanaman eceng gondok agar eceng gondok dapat berguna tanpa merugikan para petani ikan di daerah Waduk Cengklik. Adapun manfaat eceng gondok dipaparkan sebagai berikut:Pemanfaatan Eceng Gondok di Kab.Karawang

Menurut penelitian, Eceng Gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman.  Selain itu Eceng Gondok juga mengandung Asam Sianida, Triterpenoid, Alkaloid, dan kaya Kalsium.

Seperti yang KarIn pernah ulas, upaya yang dilakukan Bapak Sayadih (67) dalam memanfaatkan Eceng Gondok menjadi pupuk organik patut mendapat dukungan dari Pemkab Karawang dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat penghuni DAS, karena selain untuk menambah penghasilan mereka juga untuk mengurangi populasi Eceng Gondok di perairan.

KarIn sebagai media digital yang kerap memberitakan inspirasi warga seputar Karawang harus berperan aktif lagi agar menjadi Sinterklasnya masyarakat pedesaan dengan menggandeng pihak swasta yang punya minat terhadap pemberdayaan masyarakat desa.

Bagaimana mengangkat potensi Eceng Gondok dengan berbagai pemanfaatannya. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kab. Bantul Yogyakarta yang menyulap Eceng Gondok sebagai salah satu bahan baku untuk kerajinan tangan dengan dibuat sandal, tas, pigura dll, yang mempunyai nilai ekonomi cukup prospektif.

Sudah saatnya LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat desa perlu menggalakkan usaha tersebut sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di bantaran kali (DAS) Kab. Karawang. (http://www.karawanginfo.com)

About Siti Nur Baiti

aku bukanlah manusia yang sempurna atas segalanya, akan tetapi aku adalah seorang insan yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s