Lontaran pertanyaan dari seorang anak didik yang sentak membuatku tersenyum, “bu, kenapa 1 + 1 harus sama dengan 2? Kenapa tidak 3 atau yang lainnya?”. Dengan penuh canda tawa, ku mencoba untuk menjawabnya, “pertanyaanmu tidak jelas sayank? 1 + 1 dalam bidang apa dulu?. Kalau bidang biologi 1 + 1 tidak mesti sama dengan 2, bisa aja 1, bisa juga 3, bahkan bisa juga 11 (1 ibu + 1 bapak bisa memiliki anak 1, 2, 3, …^-^), kemudian 1 + 1 dalam agama bisa jadi 27 (pahala solat berjamaah karena 2 orang saja sudah bisa disebut berjamaah)”.🙂. Hem..anak itu malah ketawa sambil ngangguk – ngangguk dan menjawab, “iya, ya bu?” tanpa melontarkan pertanyaan lagi. Akan tetapi kalau tidak saya jelaskan, saya merasa bersalah.

Jawaban ini hanya menurut pemikiran saya saja. Saya mengatakan pada si anak yang bertanya tdi “begini, sekarang ibu akan jelaskan dalam bidang matematika, kenapa 1 + 1 = 2, sebenarnya 1 + 1 = 3 pun bisa, 1 + 1 = 10 pun juga bisa karena Matematika itu hanyalah bahasa simbol. Bilangan 1, 2, 3 dan seterusnya itu hanyalah sebuah simbol yang diberi nama satu, dua, tiga dan seterusnya. 1 + 1 bisa kug sama dengan 3, akan tetapi kamu harus mengubah teori Matematika yang telah memutuskan 1 + 1 = 2. Terus kamu juga harus mengubah semua teori yang berkaitan dengan itu. Kemudian kamu juga harus mempublikasikan pada seluruh daratan di dunia.” Dengan jawaban saya tersebut akhirnya si anak mampu memahami, apa sebenarnya Matematika itu.

Kita sering mendapat pertanyaan – pertanyaan unik dari anak didik kita. Sebagai seorang pendidik kita wajib menjawab pertanyaan anak didik sesuai dengan kemampuan kita, apabila kita belum bisa menjawabnya pada saat itu, kita harus berani berterus terang pada anak didik bahwa kita akan mencari jawabannya dan akan memberitahukannya kepada anak didik setelah mendapatkan jawaban yang pasti.

“ Seorang pemenang mengetahui berapa banyak yang masih harus dipelajarinya walaupun ia dianggap ahli oleh orang lain. Seorang pecundang ingin dianggap ahli oleh orang lain sebelum menyadari betapa sedikitnya yang diketahuinya.”

About Siti Nur Baiti

aku bukanlah manusia yang sempurna atas segalanya, akan tetapi aku adalah seorang insan yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s