Hujan turun begitu deras dan semakin deras seakan langit terbelah dan air hujan bak ditumpahkan ke bumi. Seiring genangan air yang semakin meninggi lelaki suci itu memandang berkeliling dan bertanya – tanya dalam hati, “Jangan – jangan hujan itu merupakan tanda dari Tuhan”. Dan seandainya hal itu benar dia merasa yakin akan selamat. Dia berdiri di pintu rumahnya dan ketika air mulai membanjiri rumahnya , seorang pria mengayuh rakitnya mendekati pada lelaki tersebut sambil berkata,”Wahai lelaki  suci, selamatkan dirimu, naiklah ke atas rakitku”. Lelaki suci itu menjawab, “aku adalah utusan Tuhan dan Tuhan tidak akan membiarkan aku tenggelam, berikan tempat kosong dirakitmu untuk orang – orang yang membutuhkan”. Pria di atas rakit itu terus mengayuh rakitnya.

Air bah itu terus meninggi hingga menyentuh langit – langit tingkat pertama rumahnya, lelaki suci itu naik ke kamar tidurnya lantai dua, menunggu dan memerhatikan. Tak lama kemudian, seorang pria lain yang sedang menaiki rakit mengapung mendekati jendela rumahnya dan berkata, “Lelaki suci, Anda berada dalam bahaya. Ayo naiklah ke rakit saya agar anda tidak tenggelam.”Lelaki suci itu sekali lagi menolak dengan mengatakan, Tuhan takkan membiarkan saya tenggelam. Aku adalah pelayan-Nya. Penyampai Pesan-Nya. Berikan tempat yang masih kosong di rakitmu itu pada orang lain yang patut diselamatkan .”Pria di atas rakit itu pun meneruskan kayuhannya.

Hujan terus turun, dan genangan air yang semakin meninggi memaksa Lelaki Suci itu naik ke atap rumah. Karena air semakin meninggi hingga mulai menggenangi rumahnya, dia naik hingga ke atas cerobong asap. Tak lama kemudian, sebuah helikopter terbang mendekat dan melayang – layang di atasnya, dan sebuah suara yang keras terdengar dari pengeras suara, katanya, “Lelaki Suci, aku akan menjatuhkan tali ke arahmu dan menarikmu dari cerobong asap rumahmu. Raih tali itu dan selamatkan dirimu sendiri, “Lelaki Suci menjawab, “Tuhan tidak akan membiarkanku tenggelam. Engkau teruslah saja terbang dan selamatkan orang lain yang membutuhkan pertolonganmu. “Helikopter itu pun meneruskan penerbangannya.

Hujan terus tercurah, air semakin meninggi, dan … Lelaki Suci itu tenggelam.

Ketika bertemu Tuhan di surga, dia bertanya ,”Ya, Tuhanku, teganya Engkau membiarkanku tenggelam! Bukankah aku sudah mempersembahkan baktiku selama bertahun – tahun? Bukankah aku telah menyerahkan seluruh jiwa ragaku ke hadirat-Mu yang Mahaagung dan mengajak umat lain untuk mengenal Firman-Mu? Aku tidak mengerti. Mengapa Engkau membiarkanku tenggelam?”

Dan Tuhan pun menjawab,”Dasar tolol! Aku sudah mengirimkan dua rakit dan sebuah helikopter kepadamu!”

About Siti Nur Baiti

aku bukanlah manusia yang sempurna atas segalanya, akan tetapi aku adalah seorang insan yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s